Menampakkan tanda-tanda kelelahan secara fisik, mata terasa berat. badan terasa lemas. entah karena kelelahan atau keteledoranku sendiri. Dimulai dari pagi yang disambut hangatnya sinar matahari. Memulai aktifitas, pertama menyelesaikan berkas administrasi. Data lengkap, tinggal digandakan. Saat menggandakan ternyata ngantri, mana waktu sudah siang lagi, target untuk menyetorkan berkaspun tertunda, sampai hari senin, karena kantor hanya lima hari kerja. Setelah di copy, di ceklist, ternyata ada data yang kurang lengkap. Alhasil, benar-benar tertunda.
Matahari memandang tajam siang itu, tiba-tiba terasa HPku bergetar, sms dari Kosma untuk bimbingan Pendamping Akademik, siang ini pukul 14.00. Duh, kenapa mendadak seperti ini. Tak ada waktu untuk sekedar memejamkan mata sejenak. Hanya mengeluh, tapi tak merubah apapun, matahari tetap panas dan berkas masih tercecer.
Waktu menunjukkan pukul 11.30, agar tidak tergesa-gesa nantinya, kuputuskan untuk berangkat sekarang, sholat jum'at dalam perjalanan saja.
Sampai di Kampus,, tepat jam 2 kurang 5 menit, rasanya tepat waktu. Tapi kuputuskan untuk tidak ikut dan memilih untuk menjenguk Bapak Kepala Madrasah yang sedang di rawat di RS. Margono Geriatri. Karena sehari sebelumnya sudah direncanakan untuk menjenguk beliau dengan temanku.
Tak butuh waktu lama, karena jarak antara kampus dengan Margono cukup dekat, hanya beberapa menit dengan menggunakan sepeda motor. Sebelumnya menyempatkan untuk sekedar membeli oleh-oleh.
Beberapa saat berada di ruang perawatan, aku mohon diri untuk kuliah. Proses perkuliahan yang cukup aktik, mata kuliah Psikologi Pendidikan dengan tema bahasa apakah fitrah suci manusia sejak manusia dilahirkan itu suci dari bakat atau dari dosa ?
Melihat keluar kelas, hujan sedang mengguyur kota Satria. Suara hujanpun kalah dengan ramainya kelas kami. waktu perkuliahan terasa singkat. Sebenarnya ada 2 mata kuliah, tetapi selepas maghrib jam kosong, tak ada perkuliaha, jadi menjelang maghrib kuputuskan untuk sholat di Margono saja sekalian pamit untuk pulang ke rumah.
Selepas sholat, perut minta untuk segera diisi, dan carilah warung. Sebelum pulang, temenku minta untuk ketemu dengan temannya, sampai sekitar pukul 20.30.
Mata mulai mengantuk, perjalanan pulang masih panjang. baru beberapa jalan, rasa kantuk seperti sudah tak tertahan, akhirnya berhenti sebentar untuk menghilangkan kantuk. Entah mengapa hari ini rasanya begitu berat, walaupun sudah istirahat tapi tetep saja ngantuk, harus tiga kali istirahat di jalan. Sampai di Banjarnegara, tangan meraba kontak motor untuk mematikan mesin, tapi tak ada, merogoh sakupun tak ada. Astaghfirulloh, ternyata kontak motorku jatuh dijalan, gandeng dengan kunci lemari pula. mau kembali mencari tapi badan sudah kelelahan dan mengantuk. Yahhhh..., mungkin belum rizkinya. Diikhlaskan saja, toh kunci bisa diganti.
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.