Mendidik siswa itu...

Manusia hidup berdampingan dengan manusia lain. Tiap individu mempunyai kebebasan untuk menentukan bagaimana caranya untuk bertahan hidup. Dalam Islam diajarkan bahwa manusia harus mampu untuk hidup secara berdampingan secara damai.
Berbuat adil kepada diri sendiri, alam dan orang lain. Dalam kehidupan di sekolah , salah satu perwujudan dari sifat adil kepada diri sendiri yaitu bisa disiplin mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut memberikan suatu nilai pengajaran,  bahwa ketika seseorang bisa tepat waktu dalam proses belajar mengajar di sekolah. Rasa khawatir akan vonis ketika terlambat akan berganti menjadi rasa nyaman sehingga mental akan tertata dengan baik.
Selanjutnya, kehadiran Guru berperan sangat penting dalam proses ini. Ketika anak didik ...

Selamat Pagi

Menelusuri jalan pagi ini, ku melihat sebagian orang sudah sibuk mengais rizki, tarlihat sepeda motor dengan lemari sayurnya mendahuluiku untuk mengambil barang dagangan di pasar pagi, di sudut kota terdapat penjual srabi dengan beberapa pelanggan kuenya. Di sudut lain terlihat gerobak nasi yang mungkin buka hanya pada malam sampai pagi hari. Mereka setiap hari bersahabat dengan dinginnya pagi, belum  banyak aktifitas yang terjadi. Toko-toko masih tutup, pusat kota masih lengang. Ada beberapa orang yang jongging mengitari alun-alun kota. Ada yang pulang dari masjid setelah sholat berjamaah.
Beberapa waktu lalu sengaja kulalui pasar untuk mencari sarung. Saat itu aku menunggu beberapa saat karena pemilik toko ( berukuruan kurang lebih 4x 5 meter) sedang tidak ada di tempat. Saat menunggu kuperhatikan sekeliling, ada ibu penjual sepatu yang letak tokonya berada di depan sebelah toko dimana aku berada. karena jaraknya dekat jadi bisa menawarkan dagangannya. Kujawab aq belum terlalu membutuhkannya.
Ternyata pemilik toko belum juga datang. Di sebelahku ada pedangan nasi hitam yang sedang membungkus nasi untuk pelanggannya, kuperhatikan. Sempet ngobrol sebentar tenggang dagangannya sebelum kuputuskan  untuk membeli nasi hitam itu.
Ketika nasi itu dibungkus, penjga toko datang, segera saja ku utarakan maksudku, sampai ku rela menunggu. Aku kaget sarung yang kukira tidak terlalu mahal tapi harga yang ditawarkan terlalu tinggi, mungkin itu memang tehnik menjualnya. Setelah kutawar, aku membelinya dengan setengah harga dari harga yang ditawarkan tadi, tapi masih saja menurutku terlalu mahal melihat kualitas sarungnya.
Tapi sudahlah, sudah menunggu lama masa tidak jadi. Lagi pula sudah dapat tambahan. Nasi hitam. 

Capekkkk

Menampakkan tanda-tanda kelelahan secara fisik, mata terasa berat. badan terasa lemas. entah karena kelelahan atau keteledoranku sendiri. Dimulai dari pagi yang disambut hangatnya sinar matahari. Memulai aktifitas, pertama menyelesaikan berkas administrasi. Data lengkap, tinggal digandakan. Saat menggandakan ternyata ngantri, mana waktu sudah siang lagi, target untuk menyetorkan berkaspun tertunda, sampai hari senin, karena kantor hanya lima hari kerja. Setelah di copy, di ceklist, ternyata ada data yang kurang lengkap. Alhasil, benar-benar tertunda.
Matahari memandang tajam siang itu, tiba-tiba terasa HPku bergetar, sms dari Kosma untuk bimbingan Pendamping Akademik, siang ini pukul 14.00. Duh, kenapa mendadak seperti ini. Tak ada waktu untuk sekedar memejamkan mata sejenak. Hanya mengeluh, tapi tak merubah apapun, matahari tetap panas dan berkas masih tercecer.
Waktu menunjukkan pukul 11.30, agar tidak tergesa-gesa nantinya, kuputuskan untuk berangkat sekarang, sholat jum'at dalam perjalanan saja.
Sampai di Kampus,, tepat jam 2 kurang 5 menit, rasanya  tepat waktu. Tapi kuputuskan untuk tidak ikut dan memilih untuk menjenguk Bapak Kepala Madrasah yang sedang di rawat di RS. Margono Geriatri. Karena sehari sebelumnya sudah direncanakan untuk menjenguk beliau dengan temanku. 
Tak butuh waktu lama, karena jarak antara kampus dengan Margono cukup dekat, hanya beberapa menit dengan menggunakan sepeda motor. Sebelumnya menyempatkan untuk sekedar membeli oleh-oleh.
Beberapa saat berada di ruang perawatan, aku mohon diri untuk kuliah. Proses perkuliahan yang cukup aktik, mata kuliah Psikologi Pendidikan dengan tema bahasa apakah fitrah suci manusia sejak manusia dilahirkan itu suci dari bakat atau dari dosa ?
Melihat keluar kelas, hujan sedang mengguyur kota Satria. Suara hujanpun kalah dengan ramainya kelas kami. waktu perkuliahan terasa singkat. Sebenarnya ada 2 mata kuliah, tetapi selepas maghrib jam kosong, tak ada perkuliaha, jadi menjelang maghrib kuputuskan untuk sholat di Margono saja sekalian pamit untuk pulang ke rumah.
Selepas sholat, perut minta untuk segera diisi, dan carilah warung. Sebelum pulang, temenku minta untuk ketemu dengan temannya, sampai sekitar pukul 20.30.
Mata mulai mengantuk, perjalanan pulang masih panjang. baru beberapa jalan, rasa kantuk seperti sudah tak tertahan, akhirnya berhenti sebentar untuk menghilangkan kantuk. Entah mengapa hari ini rasanya begitu berat, walaupun sudah istirahat tapi tetep saja ngantuk, harus tiga kali istirahat di jalan. Sampai di Banjarnegara, tangan meraba kontak motor untuk mematikan mesin, tapi tak ada, merogoh sakupun tak ada. Astaghfirulloh, ternyata kontak motorku jatuh dijalan, gandeng dengan kunci lemari pula. mau kembali mencari tapi badan sudah kelelahan dan mengantuk. Yahhhh..., mungkin belum rizkinya. Diikhlaskan saja, toh kunci bisa diganti.
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.